Laki-laki itu yang ku kenal itu seperti seekor burung yang terbang sendirian. Menempuh perjalanan panjangnya sendirian. Menerpa hujan, menerpa terik matahari, menerpa angin dingin, sendirian. Kepakan sayapnya terlihat tenang tapi tidak dengan hatinya, matanya menatap kosong. Ia terbang untuk mencari tujuan, bukan menuju tujuan.
Laki-laki yang ku kenal itu bagaikan seekor burung yang terbang sendirian. Sesekali singgah di dahan yang tinggi, sesekali bersembunyi di balik rumput ilalang, berlindung dari burung-burung yang lain yang sedang terbang bersama. Menatap iri.
Ia terbang sendirian mencari tujuan itu. Sayapnya terus mengepak, jarak tidak lagi terhitung, lelah telah menjadi teman.
Laki-laki yang ku kenal itu bagaikan seekor burung yang terbang sendirian. Aku tidak tahu sampai kapan dia akan memutuskan berhenti dan membuat sarang. Aku tidak tahu kapan dia akan memutuskan berpasangan. Aku tidak tahu kemana ia akan pergi. Ia hilang dibalik awan, sendirian.